Mengalap Surga Devisa Pariwisata

jaketkulitpria.co.id – Perjalanan telah menjadi kebutuhan saat ini. Menyingkirkan kehidupan sehari-hari, mencari kedamaian atau sekadar mengambil foto telah menjadi kebutuhan bagi kebanyakan orang. Namun, ada juga orang yang bepergian untuk lebih dekat dengan Tuhan dengan mengunjungi tempat-tempat yang penuh dengan nilai-nilai agama.

Berdasarkan studi oleh Kementerian Pariwisata yang berjudul Pengembangan Destinasi Wisata Prioritas 2016-2019, pariwisata budaya menempati posisi teratas minat wisata di Indonesia dengan pangsa 60%. Kemudian muncul 35% kategori pariwisata alam dan 5% kategori pariwisata manusia.

isata

Wisata budaya itu sendiri dibagi menjadi tiga kategori, yaitu wisata belanja dan kuliner 45%, pariwisata perkotaan dan pedesaan 35% dan wisata religi, yang mencapai 20% dari wisata budaya dan budaya bersejarah.

Bahkan, niat untuk menggarap potensi di bidang wisata religi telah dimiliki oleh pemerintah sejak 2015. Juga terdaftar di Antara, Kementerian Pariwisata bermaksud menarik 12 juta peziarah atau wisatawan religius pada akhir 2015.

“Kami berharap belanja kunjungan mencapai sekitar 9 triliun orang,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (18 November).

Yahya juga bertujuan untuk menghabiskan tamasya untuk mencapai Rp9 triliun. Niat ini berlanjut pada tahun 2016, ketika Kementerian Pariwisata memasukkan pariwisata religius ke dalam rencana strategis Kementerian Pariwisata 2015-2019, mempercepat pengembangan dan pengembangan destinasi wisata religi.

Distribusi di berbagai wilayah
Keragaman agama yang diterima membuat Indonesia menjadi rumah bagi berbagai tempat ibadah dan tempat-tempat yang dianggap sakral. Tidak heran kalau potensi wisata religi tersebar luas di seluruh nusantara.

Misalnya, Candi Borobudur, Jawa Tengah. Dibangun setelah dinasti Syailendra, candi ini memiliki setidaknya 504 patung Buddha, 72 stupa Terawang dan stupa utama. Jika Anda datang ke sini, Anda akhirnya akan melihat 2.672 piring bantuan dengan berbagai kisah tentang Buddha.

Tujuan religius ini juga dikenal di seluruh dunia. Tidak kurang Organisasi PP untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, UNESCO menyatakan bahwa candi ini adalah salah satu keajaiban dunia. Pada 2012, kuil Guinness World Records, dengan luas 15.129 meter persegi, dinyatakan sebagai situs arkeologi Budha terbesar di dunia.

Kuil Borobudur adalah situs ziarah Budha dari Cina, India, Tibet, dan Kamboja sejak abad ke-9. Sampai saat ini, itu digunakan sebagai tempat untuk berbagai ritual keagamaan. Salah satunya adalah ritual puncak perayaan tahunan Waisak.

Luasnya potensi Borobudur sebagai tujuan wisata religi dapat dilihat dari beragam latar belakang pengunjung. Borobudur dikunjungi tidak hanya oleh umat Buddha, tetapi juga oleh para pengembara dari berbagai agama.

Bahkan, ketika festival Budha diadakan di Vesak, candi di pusat pulau Jawa dipenuhi tidak hanya dengan tamu yang ingin berdoa, tetapi juga dengan pelancong yang tertarik pada ritual.

Salah satunya adalah Kristin, seorang turis dari Jakarta. Validnews mengatakan ia melakukan perjalanan ke sebuah objek yang dulunya tujuh keajaiban dunia, hanya untuk menyaksikan perayaan Waisak.

Tepat pada tahun 2013, Flying Hope Lanterns adalah tujuan utama kunjungan ke Borobodur, tepat dalam ritual keagamaan Buddha terbesar.

“Kali ini bersama teman-teman, penuh sesak, bahkan orang yang datang dan tidak beribadah hampir sama dengan yang mereka sembah,” katanya, Jumat (19/1).

Sayangnya, ia tiba di Borobodur ketika Vesak menjadi yang pertama dan terakhir. Setelah 2013, ritual Waisak di Borobudur ditutup untuk umum dan hanya diizinkan bagi umat beriman. Alasannya adalah kultus Waisak kurang khusyuk karena kepadatan daerah.

“Pada saat itu kacau, masalahnya adalah bahwa ada banyak orang, masih hujan dan meraung, sehingga ibadah kurang tenang,” katanya.

Selain mengunjungi tempat-tempat keagamaan dan ritual, pengunjung ke Borobudur juga dapat melakukan berbagai kegiatan lainnya. Misalnya, tunggu gajah di kompleks candi atau kunjungi Galeri Seni & Bahasa Indonesia Unik Borobudur (GUSBI).

Berbeda dengan Borobudur, yang suasananya agak penuh, terutama selama liburan Natal, ada atraksi keagamaan yang menawarkan ketenangan sebagai keajaiban utama. Ini adalah kompleks gua Sendang Sono Maria, salah satu dari beberapa gua Maria di wilayah Yogyakarta.

Baca Lainnya:

Penyebab utama insomnia selama awal kehamilan

Rumus Simpang baku dan contoh soal